Blog Komunitas Pasar Modal

Berbagi Pengetahuan dalam Bidang Pasar Modal

Blog Komunitas Pasar Modal - Berbagi Pengetahuan dalam Bidang Pasar Modal

Pengertian Pasar Modal

Pasar modal pada hakekatnya adalah pasar yang tidak berbeda jauh dengan pasar tradisional yang selama ini kita kenal, dimana ada pedagang, pembeli dan juga tawar menawar harga. Pasar modal dapat juga diartikan sebagai sebuah wahana yang mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang menyediakan dana sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pasar modal mempunyai posisi yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Pertumbuhan suatu pasar modal sangat tergantung dari kinerja perusahaan efek. Untuk mengkoordinasikan modal, dukungan teknis, dan sumber daya manusia dalam pengembangan Pasar Modal diperlukan suatu kepemimpinan yang efektif. Perusahaan-perusahaan harus menjalin kerja sama yang erat untuk menciptakan pasar yang mampu menyediakan berbagai jenis produk dan alternatif investasi bagi masyarakat. Di pasar modal terdapat berbagai macam informasi, seperti laporan keuangan, kebijakan manajemen, rumor di pasar modal, prospektus, saran dari broker, dan informasi lainnya.

Definisi mengenai pengertian pasar modal yang dikutip dibawah ini pada dasarnya tidak berbeda jauh satu sama lainnya.

Pengertian pasar modal menurut Undang-undang Pasar Modal no. 8 tahun 1995:

Pasar Modal yaitu sebagai suatu kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.”

Pengertian pasar modal menurut Fakhruddin (2001, 1):

“Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang atau pun modal sendiri.”

4 Tips Berinvestasi di Pasar Modal

Investasi di pasar modal terkadang masih ditakuti para investor. Banyaknya risiko yang dihadapi karena investasi di pasar modal berhubungan dengan pasar global, disinyalir juga menjadi salah satu kendala. Berikut adalah empat tips yang perlu dicermati jika ingin berinvestasi di pasar modal :

\"\"

1. Kenali produk pasar modal yang Anda miliki.

Pengenalan produk investasi amat penting. Dalam pengenalan produk, seseorang harus mengenali risiko apa yang bisa ditimbulkan dari produk itu, keuntungan apa yang bisa didapat, serta berapa modal yang harus dikeluarkan, serta berapa lama hasil yang akan diperoleh.

Sebagaimana kita berinvestasi pada emas, berinvestasi pada pasar modal juga harus memperhatikan kapan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual. Karena semua produk investasi memiliki keunggulan masing-masing dan tentu pula memliki kekurangannya juga.

Pasar uang, lanjutnya, merupakan wahana investasi jangka pendek (kurang dari setahun) dengan harapan imbal hasil yang lebih baik. Karena itu ada baiknya jika modal awal dari pasar modal adalah excess money (dana lebih) yang diinvestasikan.

Karena pada dasarnya investasi di pasar saham akan memberikan keuntungan apabila dipegang dalam jangka panjang, dengan harapan investasi di saham memiliki keuntungan lebih baik bahkan dibandingkan dengan berinvestasi di emas ataupun properti (tanah, rumah) atau instrumen sejenis.

2. Jangan mengikuti gosip.

Sebagaimana investasi lainnya, banyak juga gosip yang beredar di pasar modal.  Investor wanita cenderung lebih percaya gosip. \”Di pasar modal akan banyak beredar gosip entah benar atau tudak, semuanya harus dipilah-pilih.

3. Anggap bursa efek sebagai sebuah mal besar.

Investasi di pasar modal juga bisa dilakukan oleh wanita, yang suka berbelanja. Jadi pengalamannya berbelanja amat sangat bermanfaat di pasar modal. Anggap saja bursa efek itu sebagai sebuah mal dengan segala penawaran, semuanya tergantung kita pembelinya.

Saat berbelanja, wanita lebih suka produk yang berkualitas. Nah, di pasar modal itu berarti saham blue chips, yang terkadang di pasar modal juga ada sale, di mana beberapa saham dijual dengan harga murah namun bukan berarti murahan. Artinya sahamnya tetap menguntungkan.

4. Pilihlah manajer investasi yang baik.

Keberadaan manajer investasi amat dibutuhkan bagi investor pemula. Pilihlah manajer investasi yang benar-benar bisa dipercaya. Jangan lupa pilih manajer investasi yang memiliki track record yang baik, dan pastikan bahwa uang yang kita investasikan benar-benar aman (tidak hilang).

Jangan tertipu dengan iming-iming hasil yang sangat menggiurkan, bahkan kalau kita nilai tidak wajar. Kenapa? Kembali kagi, imbal hasil yang tinggi tentunya menyisakan risiko yang besar pula. \”Jangan tertipu!\”.

Lalu apakah tanpa manajer investasi kita tidak bisa berinvestasi di pasar saham?  kita tetap bisa berinvestasi tanpa menggunakan jasa manajer investasi. Asalkan kita mau belajar dan menggunakan sistem yang tepat.

Caranya adalah dengan mengikuti seminar atau workshop mengenai pasar modal sebelum memilih produk-produk investasi. Belajar adalah keharusan dalam semua investasi, apalagi pasar modal. Investasi ini amat tergantung pada keinginan kita belajar hal baru.

Istilah Pasar Modal

  1. Agio/Disagio : NIlai yang didapatkan dari selisih antara penawaran umu dengan nilai nominal.
  2. Annual Report : Laporan Tahunan dari kegiatan perusahaan, yg meliputi neraca, laporan rugi laba, laporan arus kas, serta laporan perubahan ekuitas.
  3. Bank Kustodian : Pihak yang berfungsi melakukan penyimpanan dan pengamatan fisik dokumen efek.
  4. Bappepam : Badan Pengawas Pasar Modal, merupakan otoritas tertinggi di pasar modal yang memilik kewenangan untuk melakukan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan pasar modal di Indonesia.
  5. Blue Chip : Contoh saham yang paling berkelas dalam pasar modal. Saham ini umumnya dimiliki oleh perusahaan2 mapan dengan reputasi keuangan baik dan stabil.
  6. Bond : Obligasi, investasi pada hutang.
  7. Bull market : Pasar di mana harga dari sejumlah besar saham mengalami peningkatan atau diharapkan mengalami peningkatan.
  8. Bear Market : Kebalikan dari Bull Market.
  9. Bonus Share : Saham2 baru yang dikeluarkan oleh emiten untuk para pemegang saham lama yang berasal dari kapitalisasi Agio saham.
  10. Bursa Efek : Pihak yang menyediakn system atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak2 lain dengan tujuan memperdagangkan efek di antara mereka.
  11. Call : Kontrak opsi yang member hak kepada pemegang opsi tersebut untuk membeli sejumlah tertentu asset pada harga dan waktu tertentu.
  12. Capital Gain : Keuntungan dari hasil jual beli saham berupa kelebihan nilai jual dari nilai beli saham.
  13. Capital Loss : Kebalikan dari Capital Gain.
  14. Close Position : Keluar dari posisi suatu saham atau efek. Ex : Jika broker meminta anda untuk menutup posisi long pada suatu saham, berarti ia meminta anda untuk segera menjual saham tadi.
  15. Day Trader : Pemain sham yang memegang posisi dalam jangka waktu yang sangat singkat (dalam hitungan menit/jam) dan melakukan beberapa kali perdagangan dalam waktu satu hari. Kegiatan ini dapat dikategorikan sebagai aksi spekulasi.
  16. Derivative : Merupakan efek, seperti kontrak opsi dan futures yang nilainya tergantung dari performa asset yang mendasarinya (underlying asset)
  17. DPR (Dividend Payout Ratio) : Merupakan perbandingan antara DPS dengan EPS.
  18. DPS (Dividend per Shares) : Merupakan total semua dividend yang dibagikan dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar.
  19. EPS (Earning per Shares) : Merupakan perbandingan antara laba bersih perusahaan setelah dipotong pajak dengan jumlah saham yang diterbitkan.
  20. Dividend Yield : Dividen tahunan per saham dibagi dengan harga perlembar saham. Dividend Yield ditambah dengan presentase capital gain sama dengan total return sebuah Due Diligence.
  21. Efek : Produk turunan dari asset.
  22. Equity : Biasa disebut dengan Saham, atau surat berharga yang mewakili andil/bagian kepemilikan perusahaan.
  23. Going Public : Proses penjualan saham perdana kepada masyarakat/publik yang dikenal juga dengan istilah IPO.
  24. Greenshoe : Suatu opsi yg memberi izin kepada penjamin emisi saham IPO untuk menjual saham tambahan kepada public/masyarakat jika permintaan terhadap saham tersebut cukup tinggi.
  25. Hedge : Membuat suatu investasi untuk mengurangi/menghindari resiko pergerakn harga suatu asset.
  26. Hedging : Melindungi suatu posisi dalam suatu surat berharga, mata uang maupun asset lainnya.
  27. Index : Pengukuran statistic atas perubahan suatu portofolio saham yang menggambarkan/mewakili pasar secara keseluruhan. The Standard & Poor’s 500 adalah salah satu indeks yang paling dikenal, mengukur perubahan nilai keseluruhan dari nilai 500 saham perusahaan besar di AS.
  28. Initial Public Offering (IPO) : Biasa disebut go public, merupakan penjualan saham perdana oleh suatu perusahaan kepada masyarakat.
  29. Investasi : Menempatkan dana pada asset keuangan yang diharapkan akan meningkat nilainya di masa mendatang.
  30. Liability : Kewajiban hukum untuk membayar suatu hutang yang tercatat dalam neraca suatu perusahaan.
  31. Option : Jenis opsi yang dapat dicairkan kaoan saja sampai masa jatuh temponya.
  32. PER (Price Earning Ratio) : Merupakan perbandingan antara harga pasar suatu saham dengan EPS.
  33. Portofolio : Sekelompok asset, seperti saham, obligasi, dan reksadana yang dipegang oleh seorang investor.
  34. Preferred Stock : Saham yang memiliki karakterisitk gabungan antara obligasi dan saham biasa.
  35. Profit Taking : Aksi ambil untung, biasanya terjadi ketika trader menjual saham mereka pada saat harga meningkat.
  36. Prospectus : Dokumen resmi yang menjelaskan secara rinci tentang perusahaan seperti rencana penawaran saham do bursa (IPO), penerbitan saham baru, penerbitan right issue, penerbitan obligasi/hutang, dll.
  37. Put : Suatu kontrak opsi yang member hak kepada pemegangnya untuk menjual sejumlah tertentu saham yang tertera pada opsi dengan harga dan waktu tertentu.
  38. Reksadana : Diartikan sebagai wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.
  39. Return : Keuntungan maupun kerugian yang diperoleh dalam investasi pada suatu periode tertentu.
  40. Return on Asset (ROA) : Dihitung dengan membagi laba bersih dengan total aktiva perusahaan dan ditampilkan dalam persentase. ROA berguna untuk mengetahui tingkat keuntungan relative terhadap total aktiva perusahaan. Dengan kata lain, ROA akan memberikan gambaran seberapa besar pendapatan dihasilkan dari asset.
  41. Return on Investment (ROI) : Keuntungan ataupun kerugian yang timbul dari kegiatan investasi. ROI biasanya dihitung dalam persentase per tahun.
  42. Right : Hak kepada pemegang saham sebagai orang yang diberi kesempatan pertama untuk membeli saham baru yang akan diterbitkan perusahaan dengan harga yang ditentukan.
  43. Right Offering : Penerbitan right kepada pemegang saham untuk membeli saham tambahan yang akan diterbitkan perusahaan dengan harga tertentu.
  44. Saham Gorengan : Saham perusahaan yan umunya diperdagankan bukan berdasarkan fundamentalnya, tetapi sering diperdagangkan oleh para Bandar saham untuk mendapatkan keuntungan. Ciri2nya antara lain : memiliki kapitalisasi kecil, sehingga saham itu mudah dimainkan oleh para Bandar, Keuntungan maupun kerugian yang diperoleh biasanay cukup tinggi, mengingat resikonya yang tinggi pula.
  45. Short Sale : Suatu transaksi di pasar di mana seseorang (investor) menjual saham pinjaman untuk mendapatkan keuntungan dari (sbg antisipasi) menurunnya harga saham tersebut.
  46. Stagflation : Kondisi stagnasi dalam ekonomi yang disertai dengan meningkatnya harga2.
  47. Stock/Equity : Kepemilikan dalam perusahaan yang diwakili dengan jumlah saham.

Pasar modal (bursa evek)

Pasar modal (bursa evek)

Makalah ini membahas tentang proses transaksi yang terjadi di pasar modal.
Proses penjualan saham di stock exchange market (pasar bursa saham atau pasar modal atau bursa efek) umumnya menggunakan sistem lelang (auction) sehingga pasar sekunder ini juga sering disebut dengan pasar leleang (auction market). Disebut dengan pasar lelang karena dilakukan secara terbuka dan harga ditentukan oleh supply (penawaran) dan demand (permintaan) dari anggota bursa,yang meneriakkan ask price(atau offer price atau harga penawaran terendah untuk jual) dan bid price (harga permintaan tertinggi untuk beli). New York Stock Exchange (NYSE), Tokyo Stock Exchange (TSE), Bursa Efek Indonesia (BEI) menggunakan sistem lelang, yaitu order pembelian dan penjualan sekuritas ditemukan sampai dicapai harga kesepakatan.

Saat ini pasar sekunder yang terbesar di dunia adalah New York Stock Exchange (NYSE) dan Tokyo Stock Exchange (TSE). NYSE didirikan tahun 1792. American Stock Exchange (AMEX) juga merupakan pasar sekunder lainnya di Amerika Serikat.

Transaksi di bursa dilakukan dengan order standar dalam ukuran round lot, yaitu 100 1embar saharn (di NYSE) atau kelipatannya (di BEI, round lot adalah 500 lembar saharn untuk investor perorangan). Jumiah lembar yang kurang dari 100 (atau 500 lembar untuk BEI) disebut dengan odd lot. _

Investor tidak dapat langsung melakukan transaksi di lantai bursa, tetapi diwakili oleh broker. Investor dapat memilih sendiri jenis dari broker yang diinginkan, seperti misalnya full service broker atau discount broker.
Full service broker menawarkan jasa yang lengkap termasuk sebagai berikut ini :

1. Investment research and advice (Konsultan)
Tidak semua individual investor dapat melakukar. sendiri penelitian yang berkualitas disebabkan oleh keterbatasan dana, waktu dan keahlian. Penelitian sejenis ini dapat disediakan oleh broker yang bonafit dalam bentuk laporan-laporan atau publikasi rutin. Hasil penelitian yang dibutuhkan oleh investor dapat meliputi trend pasar, prospek masa depan suatu perusahaan dan lain sebagainya.

2. Asset management (Pemberi Pinjaman)
Broker dapat berfungsi seperti halnya bank komersial, yaitu mernberikan pinjaman dan mengelo!a dana yang dipercayakan. Untuk maksud seperti ini, investor dapat membuka
rekening di broker yang disebut dengan rekening marjin (margin account).

3. Order execution.
Tanpa melalui jasa broker, membeli dan menjual sekuritas merupakan hal yang tidak mudah. Misalnya, tanpa meialui broker,penjual harus mencari sendiri pembeli yang cocok dengan harga yang ditawarkan. Dengan broker,investor tidak perlu khawatir dengan semua kegiatan pembelian dan penjualan ini.

4. Clearing
Setelah suatu order dieksekusi, sebenarnya masih banyak pekerjaan administrasi yang menunggu sesudahnya. Selain pekerjaan adrninistrasi tersebut cukup panjang, mereka juga harus dilakukan tidak boleh menyimpang dengan semua regulasi dan hokum yang berlaku.

Discount Broker sebaliknya hanya menawarkan jasa yang minimum dengan komisi yang rendah. Discount broker biasanya hanya menawarkan jasa order execution dan clearing

Pasar Modal Juga Buat Kita

\"\"

Pasar Modal, hmmm … otak langsung terhubung dengan dunia Perekonomian yang njlimet dipenuhi dengan angka – angka nilai uang, trus memori langsung tergambar ruangan Bursa Efek Jakarta yang dipenuhi dengan orang – orang yang duduk dibelakang komputer sepanjang hari. Setelah berselancar di lautan Google, cari tahu sana sini akhirnya ngerti juga meskipun ngga dalem – dalem amat.

Asal Mulanya . . .

Ternyata asal muasalnya itu sejak abad 19 yaitu pada masa kolonial wong Londo (Belanda) bangun perkebunan di Indonesia dengan sumber dana yang berasal dari Belanda dan Eropa yang pastinya berpenghasilan jauh jauh jauh dan jauh dari masyarakat pribumi. Nah karena inilah pemerintahan kolonial mulai mendirikan Pasar Modal Pertama di Indonesia tepatnya pada tanggal 14 Desember 1912 (jaman mbah buyuuuuutttt) di Batavia (sekarang Jakarta)

Trus . . .

Ya trus, Sebenernya kalau di telaah lagi dari kata – katanya udah jelas, yap Pasar berarti ada penjual ada pembeli dan yang pasti ada barang yang dijual belikan. Kalau Di Pasar Modal yang berperan sebagai Penjual disebut Emiten lebih jelasnya, emiten ini yang menawarkan atau menjual efek kepada masyarakat melalui Pasar modal. Lalu untuk pembelinya sebut saja sebagai investor / masyarakat dan tentang barang yang diperjual belikan itu dapat berupa obligasi (surat hutang), ekuiti (saham) dan instrumen lainnya.

Legal ngga yaa . . .

Yaiyyyyaaaalaa, orang diatur di UUD Pasar Modal No.8 Tahun 1995 isinya tu \”Kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.\”

Anak Muda Bisa ngga . . .

Bisa banget, orang tadi pas lagi browsing di Kompas.com nemuin 7 anak Undip yang patungan buat ikutan Pasar Modal, dengan modal 2,4 juta, mereka dateng ke Kantor Cabang Indo Premier Securities di Semarang buat buka rekening efek. Maklum, mereka ini jurusan Ekonomi jadi mereka mau praktekin teori pasar modal secara nyata. (memang yang namanya ilmu harus dipraktekkan).

Jadi Kesimpulannya . . .
Yang jelas, pasar modal itu punya peran penting buat perekonomian negara karena menjalankan 2 fungsi sekaligus yaitu sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau mendapatkan dana dari masyarakat yang menjadi investor. Nah…dana ini akan digunakan buat pengembangan usaha, penambahan modal kerja, menambah jaringan kerja dan masih banyak lagi. Trus Pasar modal ini berfungsi sebagai sarana masyarakat buat investasi misalnya di saham, obligasi atau reksa dana, dengan demikian kita bisa menempatkan dana yang kita punya sesuai dengan laba atau rugi masing masing instrumen.

Referensi :

Indonesia Stock Exchange (Bursa Efek Indonesia)
Kompas online